Kuliah - tidur - kuliah - tidur, tau-tau udah semester 5 aja. Padahal rasanya baru kemarin jadi maba. Masih culun, masih takut sama senior, masih takut skip kuliah, kumpul tugas tepat waktu, kuliah jam 8 tapi jam 6 udah duduk rapi di dalem kelas. Tiba-tiba aja udah semester tua, udah mulai males kuliah, ujan dikit skip, suka tipsen, di kelas tidur doang, mulai merasa salah jurusan, mulai pusing, pengen jadi batu aja, dan segala permasalahan lainya. Nggak terasa, waktu berjalan begitu cepat.


Salah satu kebiasaan senior yang nggak bisa dihindari yaitu kalau jalan di depan junior selalu sok cool, nggak tau kenapa rasa pengen sok cool itu datang secara tiba-tiba *Padahal dulu pas masih maba, ngeliat senior yang sok cool gitu rasanya pengen gue pukul palanya*. Tapi ternyata sekarang, jalan sok cool di depan junior itu enak banget men, asli. Rasanya kayak mafia pake kacamata item dan nggak bisa dikalahin *keren 😎*. 


——


Karena gue kuliah mengambil program D3, jadi di semester 5 ini gue harus magang. Gue magang di salah satu start-up di Jogja. Start-up tempat gue magang ini membangun dan mengembangkan sebuah aplikasi marketplace yang berbasis website-mobile. Hampir mirip-mirip OLX.com gitu lah intinya. 


Ngomong-ngomong soal magang, disini gue magangnya berkelompok. Kelompok magang gue berjumlah 4 orang termasuk gue. Itu dikarenakan peraturan dari kampus yang hanya membolehkan maksimal dalam satu kelompok magang hanya 4 orang.


——


Oke, mari kita flashback ke awal pada saat sebelum dapat tempat magang. 


Biasanya sebelum magang, kita harus melakukan survey dulu ke tempat yang akan dipilih untuk menjadi tempat magang. Survey tersebut dapat berupa mencari tau tentang profil perusahaan, jobdesk yang akan dikerjakan, sistem nya gimana, ya minimal harus tau lokasi asli nya dulu lah. 


Dikarenakan saat ini sedang ada pandemi, jadi mau ngga mau kelompok gue daftar magang nya lewat online. Jadi, ya.... tanpa survey ke lokasi dulu. Begitu tau itu perusahaan IT, langsung daftar. Gue dapet info perusahaan tempat gue magang ini dari kampus, ini tentu saja menguntungkan kelompok gue yang sedang kebingungan dalam mencari-cari tempat magang yang sebelumnya sudah mengirimkan e-mail pengajuan magang ke beberapa perusahaan yang akhirnya ditolak, ada juga yang e-mail nya ngga dibales. Sedih banget dikacangin.


Dalam daftar beberapa perusahaan yang diinfokan oleh kampus, ada satu perusahaan yang sangat menarik perhatian. Lalu tanpa basa-basi kelompok gue langsung menghubungi perusahaan tersebut. Karena dalam informasi perusahaan tercantum nomor WhatsApp, jadi salah satu temen gue menghubungi perusahaan tersebut untuk melakukan pengajuan magang cuma lewat WhatsApp. Ga pake e-mail resmi cuy. Dan dalam beberapa jam, akhirnya dapat balesan bahwa perusahaan tersebut menerima magang, dan kelompok gue dinyatakan diterima magang di perusahaan itu. Mantappp.


Setelah dinyatakan diterima, kelompok gue berkomunikasi dengan perusahaan untuk menanyakan jobdesk-nya gimana dan kita kerjanya gimana. 


Perusahaan memberikan pilihan mau kerja online atau offline, dan jobdesknya yaitu web programming front-end dan back-end. Kelompok gue memutuskan memilih kerja offline saja, dan meminta untuk melakukan ketemuan dulu pada hari senin untuk lebih jelasnya. 


——


Pada hari senin-nya, kita berangkat menuju perusahaan tersebut. Dan setelah sampai di depan perusahaan, wow, ternyata agak diluar ekspetasi, tapi ya.... oke lah. Lalu kita segera menemui mentor yang akan membimbing kita magang, yang ternyata udah nungguin agak lama dari tadi, hehe sorry pak. Kemudian kita melakukan perkenalan sedikit, karena katanya kalau tak kenal maka tak sayang.


Tak banyak basa-basi, kemudian mentor magang tersebut langsung membagi jobdesk-nya. Dalam start-up yang sedang dikembangkan oleh perusahaan ini memiliki 4 divisi, jadi kita berempat dibagi menjadi masing-masing 1 divisi 1 orang, dan bergantian setiap bulan. 


Pas dijelasin divisi tersebut apa saja, kita agak shock ringan. Jadi, divisi yang pertama yaitu menjadi web programmer. Oke, ini memang jurusan kita. Divisi yang kedua yaitu menjadi editor video. Ini masih oke lah, kita juga pernah dapet mata kuliah design dan multimedia. Divisi ketiga yaitu menjadi admin grup WhatsApp. Seketika kita kaget sambil nahan mau ngakak. 2 tahun belajar ngoding, pas magang cuma disuruh jadi admin grup WhatsApp. Tapi yaudah, di iya-in aja dulu. Divisi keempat yaitu sebar link aplikasi ke berbagai sosial media. Ini juga terlihat aneh. Tapi ya sudah mau bagaimana lagi, kita terima aja dulu apa adanya. 


Pulang dari pertemuan pertama itu, kita langsung melakukan rapat meja bundar. Kelompok gue nggak ada yang cocok sama kerjaan yang dikasih sama perusahaan tersebut. Setelah berunding cukup lama, kita kepikiran buat pindah tempat magang. Tapi karena waktu yang udah agak mepet jadi ya harus mikir dua kali kalau mau pindah tempat magang. Susah juga nyari tempatnya. Akhirnya yaudah kita jalanin dulu aja sambil nyari jalan keluarnya. 


Karena terlanjur bilang ke perusahaan akan melakukan magang secara offline, jadi setelah melakukan rapat meja bundar, kita cari-cari kos yang deket sama tempat magang itu. Soalnya kos yang lama jaraknya agak jauh dari perusahan ini. Sialnya setelah berpanas-panasan cari kos, kita tidak diterima kos di dekat daerah situ, alasanya adalah corona. Kamprettt. 


——


Malamnya, gue sama kelompok gue melanjutkan perundingan-nya karena masih belum nemu jalan keluar untuk masalah jobdesk yang diberikan dari perusahaan. Akhirnya salah satu temen gue mencoba menghubungi mentor magang untuk meminta agar jobdesk-nya diganti sesuai dengan jurusan kuliah kita. Akhirnya disetujui, jobdesk-nya berubah menjadi web programming dan editor video.


Pagi nya kita menghubungi pihak perusahaan lagi untuk meminta magangnya diganti menjadi online soalnya kita tidak dapet kos di deket perusahaan. Setelah melakukan perdebatan yang cukup sengit, akhirnya disetujui magangnya menjadi online. 


——


Dan magang pun dimulai~


Hari pertama magang masih semangat-semangatnya. Aturan jam kerja mulai jam 8, tetapi jam 8 kurang sudah pada siap. 


*Karena magangnya online jadi tempat magangnya di kos gue.*

Hari Pertama Magang


Hari pertama magang yang pertama kali kita kerjain yaitu install aplikasi dari start-up tersebut ke laptop masing-masing agar dapat di akses secara offline. Setelah berhasil terinstall secara offline, tugas kita yaitu membuat fitur yang telah diberikan mentor magang tersebut kepada kita. Dan ternyata, ini susah banget cuyy. Soalnya kerjaan yang diberikan berbeda dengan yang dipelajari pada saat kuliah. Pada saat kuliah, kita ngoding menggunakan Framework Laravel atau Framework CodeIgniter dan pada saat magang ini kita ngoding Native atau tanpa menggunakan Framework. Apa itu Framework? Apa itu Native? Framework itu ibaratnya kita ngoding udah pakai template, sedangkan Native itu ngoding tanpa menggunakan template sama sekali. Kalau Laravel atau CodeIgniter itu adalah jenis template nya. Seperti itulah kira-kira gambaran singkatnya.


Gue yang katanya sebagai anak IT yang sangat tidak suka ngoding, tentu saja pusing mengerjakan ini. Lebih banyak bengong-nya mandangin laptop daripada ngoding-nya. Emang susah banget anjay. Kepala berasa mau meledak melihat kode-kode yang super rumit seperti itu. Akhirnya dikit-dikit rebahan, dikit-dikit scroll timeline, dikit-dikit kangen doi, eh kayak punya aja, hiks.


*Dan inilah yang terjadi saat udah stuck sama kerjaan dan ngga nemu-nemu jalan keluar*

Bukanya kerja malah maen remi XD


Ya, seperti itulah kira-kira kejadian absurd yang gue alami selama awal magang. Dan hal tersebut masih berlanjut sampai 4 bulan kedepan. Semoga kedepanya dapet ilmu yang bermanfaat dari magang tersebut. Dan juga semoga males-nya cepet sembuh :D


Sekian~